Dialog Pialang dan pak Sugeng

October 15th, 2008 by panglimaerlangga

Sugeng, 35, bendahara yayasan MENUJU SURGA LEWATI NERAKA, ketua RW.

Siska; 24, pialang saham, cantik, di perusahaan tempatnya bekerja meraih predikat broker paling produktif, ya iyalah dulu baru dua minggu masuk kerja sudah mampu menggaet 12 klien. Salah satunya ya Sugeng itu.

Dialog ini terjadi lewat telpon sellular. Senin Dini hari.

- Jadi bagaimana?

- Bagaimana apanya, pak?

-Lho, ya langkah kita bagaimana?

-Ya itu tadi, pak. Saya sarankan nanti begitu dibuka, langsung jual saja.

- JUAL KAMU BILANG? saya itu rugi setengah M !!!

- Iya pak, saya tau, tapi ini upaya penceg…

- Pencegahan kan? kamu itu mestinya mikir bagaimana duit saya bisa kembali!

- Sulit pak, kita lakukan apa yg kita bisa…

- Bisa apa kita? kita sudah nggak bisa apa-apa

- Setidaknya: Berusaha supaya kita tidak lebih rugi dari sekarang

-KITA?? Yang rugi itu SAYA! itu duit saya!!!

-Iya pak, saya juga mempertaruhkan kredibilitas

-Kredibilitas ga bisa buat beli beras mbak!

-hhhh [menghela napas]

-HHHHH [menghela napas]

-Trus bagaimana, pak?

-Lho, saya bayar kamu itu buat mikir itu, kok saya yg disuruh mikir?

-Keputusan ada di tangan bapak, saya kan cuma menyarankan, tapi kalau saya jadi bapak…

-KAMU ITU BUKAN SAYA, DUIT ITU BUKAN DUITMU!!!

-iya pak, maafkan saya, itu memang sepenuhnya uang bapak.

-KAMU NYINDIR SAYA YA????

-Nyindir bagaimana, kan bapak sendiri yg barusan bilang.

_ Dengerin ya mbak Siska, duit yang kecantol di situ bukan punya saya, itu punya yayasan, ohhh, ..hh…h.. [terisak]

-Tenang pak, saya mengerti.

-NGERTI APA KAMU???

-mmmm……[lantas diam]….

- hik..hik…[terisak]

-Pak?

-…….

-Pak, bapak baik2 saja?

- ya….hik…hik…

- Saya sarankan jual. Lantas kita tunggu. Begitu ada kecenderungan naik, kita beli lagi.

-hiks….hiks…

-Saya dengar pemerintah mau bantu, likuiditas segera direalisasikan.

-Hiks…hiks…

-Tenang pak, Tuhan bersama orang yg sabar.

-Mbak Siska…

- Iya pak?

- Adakah Tuhan?

- Saya percaya ada, biarpun Nietzche bilang kalau Tuhan telah mati.

- si nietz….siapa? siapa sih dia?

- Ah, bukan orang penting kok pak.

- Apakah si nietz…eh sapa sih, susah banget, apa dia pernah kalah maen saham?

- Mungkin. Kenapa sih?

- Nggak apa-apa, saya kok jadi mulai nggak percaya sama Tuhan.

- Percaya saja pak. Tuhan bersama orang yg teraniaya.

- Iman saya anjlok

- Saham boleh, tapi iman jangan, pak.

- Mbak Siska…

- Iya pak?

- Kita tunggu nanti saja, saya ngantuk, lima hari saya nggak bisa tidur.

-Saya juga, pak.

- Met bobo

-Selamat tidur, pak.

Bakat atau Alat?

September 17th, 2008 by panglimaerlangga

Seandainya Ismet Sofyan, gelandang serang PSSI, memakai sepatu ADIDAS terbaru; yang desainnya dibikin oleh tim beranggotakan desainer2 produk bergelar Master of Design; diproduksi menggunakan komputer dan mesin2 mutakhir; pembuatannya diawasi oleh pengawas proyek yang penghasilannya sebesar dirut Pertamina…..

Sudah membayangkan?

….

Memakai sepatu tersebut Ismet Sofyan menerima umpan terobosan manis dari Boaz Saloza, dari rusuk kanan…lari….lari…menggiring bola…..dannnn….UMPAN ke MULUT GAWANGGGGG……

Bolanya pasti melambung ke belakang gawang…disambut oleh anak gawang, kalo nggak jadi rebutan para suporter kalo MELESETNYA kejauhan.

Nah…

Sekarang bayangkan seorang David Beckham, suruh dia memakai sepatu KASOGI lawas, ah, jangan deh, GA USAH pake sepatu sekalian alias CAKAR AYAM [Cekeran karo orang prancis bilang]

Kasih umpan terobosan sama kayak tadi, lantas David Beckham CROSSING THE BALL……PAsti nyampe ke mulut gawang dan di sana sudah menunggu striker yang siap untuk merayakan selebrasi mencetak gol!

Ismet Sofyan menggunakan sepatu canggih namun tidak menggunakan tehnik atau keterampilan yang mumpuni. Alias alatnya canggih tapi skillnya sederhana. Beckham sebaliknya. Alatnya sederhana tapi skillnya mahal, dia menginvestasikan apa yang dia punya miliki untuk menguasai ilmunya.

Generasi Biru

Nie meminjam istilahnya Slank. Generasi Hedon itu nama ilmiahnya. Itu lho anak2 muda yang punya kecenderungan untuk menggampangkan sesuatu, pengennya seneng, maunya gampang, cepat dan portable. Ga mau capek. Pengennya adem. Hehe..

Kalo di kalangan anak2 yang hobinya main musik, anak2 ini gampang dijumpai. Temui saja mereka dalam komunitas, coba ikuti obrolannya. Biasanya ngomongnya seputar merk2 alat musik. Ngukur kemampuan musisi dari merk alat musiknya, gampang berdecak kagum cuma gara2 ngeliat ada anak band pake alat musik yang di toko musik domestikĀ  tergolong langka. Mereka kalo melihat ada musisi yang maennya jago, trus tanya: Si dia pake alat musik apa sih? Bukannya tanya: Si dia latihannya sehari berapa jam sih????

Saya pernah menangkap ekspresi kaget pada wajah seseorang yang tanya pada saya: si Gitaris itu pake efek apa?

Trus saya jawab kalem: Ga pake efek. Trus saya amati wajahnya.

Orang itu terbelalak tak percaya.

-MASAK?!

-Iya, ga pake efek, waktu itu dia maen volume gitar, tanpa efek.

-Kok suara gitarnya bisa teriak???

-Waduh embuh…..[padahal saya tau persis, tangannya KUAT, sehari 25 jam dia latihan main gitar! dengan gitar kayu murahan yang senarnya ketat. Kadang2 saja jari2 tangan kirinya diiket pake karet]

-Berarti tuh si gitaris memang enak, kata orang tadi, masih dng mata yg menyimpan kaget.

Biasanya orang2 kayak teman saya itu gituĀ  usianya bekisar 16-23 tahun. Kalo yang di atas 25 itu generasinya masih skill For Music, d mana saat mereka remaja ga akan bisa ngeband di panggung kalo ga menguasai skill2 musik yang tinggi karena musik dulu di taon 80-90 an mengutamakan skill tinggi.

Anak2 band semacam itu biasanya kalau dikasih duit 5 Juta, lebih memilih beli alat yang mahal, ketimbang buat biaya kursus musik. Pikirannya gini, biar skillnya Sejago apapun, percuma kalo alatnya murahan. Sedangkan kebalikannya, kalo di era 90-an, musisi mikirnya, halah, beli alat yang murah2an aja yang penting maennya kayak Yngwie Malmsteen! di era itu banyak musisi2 handal yang jadi guru les privat. Saya masih ingat waktu interludenya SITI NURBAYA-nya Andra di observasi bareng2 sama teman2 di komplek sampe dibela2in begadang segala.

Tapi jaman memang dinamis.

Bumi dan waktu berputar kayak bola yang ditendang sama Ismet Sofyan tadi, lho…kok balik ke Ismet Sofyan lagi???

Maaf ya Ismet, cuma gara2 nyari perumpamaan buat generasi hedon sampe harus bawa nama anda…hehehe….habis anda juga sih…Umpan tarik mesti meleset.

Tukang Ramal Hidung Bengkok

April 2nd, 2008 by panglimaerlangga

Tukang ramal itu pake kartu Tarot. Dia wanita berdarah india, hidungnya besar, bengkok ke bawah. Di mejanya selain kartu Tarot juga berjajar lilin2. Matanya serius mempelajari kartu2 yg tadi saya susun2 sedemikian rupa.

"mmm….namamu sapa?"
"Jon" jawab saya asal. Memang nama itu selalu saya pake buat nama samaran.

Mata peramal itu menyipit. Alisnya menyatu, merengut. Persis marmut. Marmut India.

"Kamu suka DUGEM ya?"
"HA?"
"Iya, kamu SUKA DUGEM, khan?"

walah….sok tauuuuu. Jangkrik!! saya ga doyan itu yg namanya Dugem.

"Enggak, Bu!" jawab saya.

"Halah, jangan bohong…Di kartu keliatan lho"
"tapi saya ga suka dugem"
"sudahlah, ini ada di kartu, saya bisa membacanya"

saya nyerah deh. Udah ga mampu lagi berdebat. Ya gimana lagi, dia lebih percaya kartu timbang pengakuan kliennya.

Trus dia buka kartu yg lain.

"Mmmm…..kamu suka tidur sama cewek2 ya?"
"HAAAA????? Sumpah, GA PERNAH!!"
"Halahh….di kartu ada kok"

OOOO…..Jangkrik!!! Kartu apaaaaaaaa ituuuuuu??? SALAH TERUS!!!!

"Mmm…..ada seorang yg lagi jatuh cinta sama kamu, orangnya berkulit putih, dia ada di sekitar sini.."
Waduh!!!!
Saya mikir. Nie saya barusan kelar ngeband d sebuah acara yg sponsornya rokok, karena saya dapat kupon hadiah beli rokok, maka kupon itu boleh di tukar dng jasa tukang ramal di salah satu stand. Nah, saya datang itu sama teman2 band dan juga kru, semuanya COWOK. Masak ada salah satu mereka yg jatuh hati sama saya?

Saya liat ke kanan kiri….ga ada cewek di sekitar saya. Ada juga TUKANG TATO temporer berkumis lebat  yg lagi nato cowok tambun berkepala Plontos. Masak TUKANG TATO itu yg jatuh cinta sama saya? Apa si tambun itu? walah, ngeri saya membayangkannya.

Trus sapa???

"Sapa Bu yg jatuh cinta sama saya?" tanya saya.

"Cewek berkulit putih, dia ada di sekitar sini kok"

Waduhhhh…penasaran. Trus saya liat SPG rokok di seberang stand ada yg cantik, kulitnya putih, cuek nonton band. Apa doi yg suka sama saya ya?? Saya berharap dia, sih…Tapi itulan harapan saya, milih kok milih yg cantik, sedangkan di acara itu kan buanyak cewek,  kemungkinan si SPG itu satu banding berapa….

Saya mulai curiga sama si Peramal ini. Untung dia ga berkulit putih. Setidaknya bukan dia yg jatuh cinta sama saya.

"Orang ini jatuh cinta sama kamu, tapi masih ragu, cos dirimu itu sering tidur sama cewek, so dia takut kamu sakiti perasaannya.."

Jancuk!!
Sok tau…..akhirnya saya memutuskan kalo si peramal ini cuma modal Kartu Tarot and lilin2 ga jelas aja.

Saya akhirnya permisi dng alasan mau ngeband lagi….

Poligami; Antara Mang Dadang dan Fakhri

March 21st, 2008 by panglimaerlangga

Mang Dadang.
Tokoh satpam di sitkom SUAMI2 TAKUT ISTRI. Anak 3. Istri 3.

Fakhri.
Mahasiswa Magister Al Azhar di Novel Ayat2 Cinta. Usia 27. Istri Dua.

Nah,
Keduanya menarik tuk dibandingkan. Tapi sayang. Di Novel Ayat2 Cinta tidak diceritakan bagaimana kehidupan rumah tangganya setelah DIA berpoligami. Dan Mang Dadang juga sayang, karena sejauh ini belum ada episode yg menceritakan bagaimana masa lalunya KOK BISA mang DADANG punya istri tiga.

Oke…
Saya mulai dari maan ya? Mang Dadang dulu deh.

Mang Dadang digambarkan sebagai seorang SATPAM kampung yg mata duitan. Apapun bisa dijadkan OBJEKAN buat menambah penghasilan. Ceperan, itu istilahnya. Orang ini yg mestinya menjaga keamanan justru sering bikin masalah. Tapi memang itu kerjaannya dia. Bagi Mang Dadang, Masalah adalah sumber uang. Ada masalah berarti ada SOGOKAN. Ada Sogokan berarti REJEKI. REJEKI artinya MAKAN…..itu konstruksi pemikiran ala Mang Dadang. Kalo dia pulang bawa duit, maka istri2 dan anak2nya pada bahagia, makin mencintai sumber nafkah satu2nya di rumah mereka itu. So, ulahnya benar2 menjengkelkan. Jangan berharap mendapatkan PENDIDIKAN MORAL berupa KEIKHLASAN dari Mang Dadang. Jah, gimana lagi, istri 3 anak 3 yg cari duit cuma dia. Berapa sih gaji satpam RT? dan yg lebih penting lagi: Berapa sih harga minyak goreng?

Sekarang si Fakhri.
Karena cerita Ayat2 Cinta tamat begitu dia kawin lagi sama Maria, maka saya ga bisa menentukan seperti apa Fakhri pasca berpoligami. Tapi yg jelas Fakhri ini berpendidikan. Masa depan cerah. Akhlaknya bagus dan saya yakin sang penulis tdk akan ‘GILA’ melanjutkan kisah Fakhri dng perubahan sikap dari Fakhri yg baik hati menjadi MATA DUITAN kayak Mang Dadang hanya karena dia berpoligami. Sebab si Aisha [istri pertama] itu mampu cari duit, Maria juga berpendidikan dan pintar. Trus si Fakhri sendiri meskipun untuk nikah tadinya dia ragu karena belon punya penghasilan yg mapan karena masih sekolah, tapi dng kredibilitasnya pembaca seakan diberi ‘kisi-kisi’ bahwa Si Fakhri bakal jadi orang sukses. Masa depannya selama 10 tahun ke depan saja sudah dia bikin secara rapi. Dan satu lagi…Pasca  kawin sama Aisha, Aisha memberi satu dari dua KARTU ATMnya pada Fakhri. Isinya sekitar 3 juta dolar…..

Nah…..
Kalo tanya sama Mang Dadang…
-Enak ga Poligami?
Jawabnya pasti: ENAK KOK….
-Hidup susah ga?
-Oh, hidup memang susah, tapi ada kok solusinya.
- Apa solusinya?
- Solusinya ada, tapi butuh biaya tambahan buat informasi tersebut…..

Dasar Mata Duitan…..

Kalo tanya Fakhri…
- Enak tidak Poligami?
- Segala sesuatu kalau kita nikmati pasti menyenangkan.
-Hidup susah ga?
-Hidup adalah perjuangan, susah adalah cobaan.

okelah……whatever….
Yang jelas…

Kedua tokoh itu  sama kok. Mang Dadang Istri2nya CANTIK-CANTIK, setidaknya
menurut ukuran dia. Yg satu orang Sunda namanya ELIS malah cakep
menurut saya. Fakhri ga usah diragukan. Istrinya,Aisha, digambarkan
sebagai KARYA SENI AGUNG yg tak bisa ditandingi oleh Ahli Pahat manapun
di dunia ini. Sedangkan Maria itu oke punya, gadis Mesir dng Lesung
Pipi aduhai….

Baik Mang Dadang yg Miskin,kurang pendidikan dan Fakhri yang kaya, berpendidikan, keduanya DICINTAI sama istri2nya. Istri2 mereka BANGGA banget sama sang suami….

Oke.
Buat mang Dadang dan Fakhri….
Sekali2 dong kawini wanita2 bernasib malang….yg jelek2 gitu. Yg CACAT kek…..

Kalo yg CANTIK KAYAK BIDADARI sih………

Sapa yg ga mau????

Bung Tomo; Pembakar Semangat?

March 20th, 2008 by panglimaerlangga

Merinding saya mendengar pidatonya Bung Tomo yg disampaikan menjelang perang november 45. Padahal saya dengar rekamannya saja di Museum 10 november di Tugu Pahlawan Surabaya.

"Dengarkan ini HAI INGGRIS….KITA TDK AKAN MENYERAH……bla bla….bla…" aneh juga, yg disuruh dengar itu INGGRIS tapi ngomongnya pake bahasa Indonesia.

Wuih, saya yg saat itu lagi nyusun data buat Tugas Akhir langsung "membara" mendengar suara Bung Tomo. Bayangkan, saya yg MAHASISWA tingkat akhir aja PANAS, apalagi Tukang Loak yg SD aja ga lulus.

Seperti biasa, saya mikir.

Pada masa itu apa sih yg terjadi? Kebetulan saya lagi mo bikin Tugas Akhir merancang Museum Sejarah Perang Dunia II, so saya lagi banyak2 baca buku perang. Termasuk diantaranya adalah INDONESIA DLM API DAN BARA karya Tjambuk Berduri, sebuah buku yg ditulis Opa Kwe, wartawan di masa itu asal Malang, dng nama samaran dan peredarannya secara bwah tanah, sempat diBREDEL oleh pemerintahan Sukarno dan Pak Harto, lantas baru2 ini diterbitkan secara Legal.

Kronologi singkatnya gini…..

Jepang itu KUAT banget. Gertakannya maut. Singapura dng TENTARA INGGRISnya saja AMBLAS….tentara2 Inggris pada lari ke Indonesia. Indonesia dng KNILnya ga berdaya menghadapi Jepang. Perangnya ga lama, cuma di garis depan aja, setelah itu tentara2 KNIL NYERAH, buanyak bgt yg lari, komandan2 KNIL bule2 itu pada COPOT SERAGAM, diikuti oleh tentara2 lokal…ya gimana lagi, komandannya aja takut…pada lari gitu. Lagi pula rakyat kita dah terpengaruh sama Wacana bahwa Jepang adalah SAUDARA TUA kita. So orang2 Indonesia MENYAMBUT JEPANG DNG RIANG GEMBIRA. Itu awalnya….Sampe mereka tau kalo JEPANG itu Kejam bgt.

Yaa,,,,anda kalo hobby liat Blue Film Jepang pasti setuju deh kalo Jepang itu banyak orang2 SARAPnya….

Setelah Jepang berkuasa, tentara2 lokal yg dulunya KNIL ya gabung jadi PETA. Kayak Pak Harto contohnya. Apa boleh buat, lha waktu itu yg ada ya Hindia Belanda, negara Kesatuan Indonesia belum ada. So Angkatan bersenjata ya adanya itu tergantung sapa yg berkuasa….

Oke sampe sini anda paham????

Lantas Sekutu NGAMUK. Sekutu itu LEBIH SANGAR LAGI. JERMAN yg KUATTTT bgt, yg bikin habis PRANCIS, BELANDA, POLANDIA, dsb; dihajar HABIS2an sama TENTARA SEKUTU. So Sekutupun menggempur JEPANG di Pasifik, pasca menang lawan Jerman di eropa.

Jepang AMBLAS sama sekutu. Hiroshima diganyang Bom atom segala. Ya tau sama taulah, kan di pelajaran PSPB dulu sering dibicarakan.

Nah, pas Jepang kalah. Pemerintahan di Indonesia KOSONG. Rapat sana…Rapat sini….Bung Karno DKK sebenernya belum SREG buat merdeka, tapi yg MUDA2 ini ga mau BUANG WAKTU…Hidup Susah, pikir mereka, kita kudu MERDEKA, sapa tau NASIB BERUBAH…..logis bukan jalan pemikiran mereka? nah Pak Karno diculik, Rapat…and 17 agustus 45 kita merdeka……mestinya Thanks to SEKUTU DONG….iya, ga?

Sekutu itu sapa sih? Itu lho DEDENGKOTNYA adalah Amerika dan INGGRIS. Mereka berkoalisi berikut negara2 kayak Kanada, Belanda [yg udah ancur], Prancis dsb,

Nah…sampe sini ada pertanyaan?

Trus SEKUTU rencananya mau dateng ke Indonesia. Mau apa? wah ini rumit tergantung VERSI MASING2 pihak.

Indonesia bilang: SEKUTU DIBONCENGI NICA mau merebut kembali kedaulatan Indonesia……alahhh itukan katanya orang Indonesia…..

Inggris bilang: Lho, kami ke sana bukan utk apa2, melainkan MELUCUTI senjata2 Jepang sekaligus menangani masalah Keamanan di sana…..ialahhhh….itukan katanya orang inggris.

Belanda bilang, menurut Pieter Van Dongen, Komikus Belanda dlm komiknya RAMPOKAN JAWA: Belanda dtg utk menertibkan keamanan di Hindia Belanda, itukan Koloni kami, kamilah yg duduk di PEMERINTAHAN sebelum menyerah sama Jepang, so kalo Jepang kalah, ya kamilah yg bertanggung jawab atas keamanan di Hindia Belanda, ingat kami dah berkuasa di sono selama lebih 3 abad….Van Dongen menyebut NASIONALIS2 Indonesia sebagai TERORIS. Sedangkan NASIONALIS2 kita menyebut Belanda sbg PENJAJAH…..

yaaaa….samalah kayak ACEH. Kita bilang GAM itu PEMBERONTAK. GAM bilang Pemerintah Indonesia itu PENJAJAH….Timor Leste dulu juga gitu, bukan? And begitu referendum toh banyak yg pengen merdeka…..

Ga usah bingung yg BENER SIAPA….yg JELAS SEKUTU ITU KUATTTTTT….SENJATANYA LENGKAP….Mereka habis menang perang di EROPA dan PASIFIK.

Bung TOMO tau ga ya kalo sekutu itu kuat??????
APakah sudah DITELITI dulu apa tujuan  SEKUTU datang ke  SURABAYA? Mereka apa ga berhak DATANG KE SURABAYA? apapun alasannya SEKUTU itu berhak datang ke SURABAYA karena JEPANG ITU AMBLASNYA sama mereka. Kalau ga ada sekutu maka JEPANG tetep ONGKANG2 di Indonesia…..

Nah…..
yg saya heran. Sapa yg disuruh PERANG MENYAMBUT datangnya TENTARA sekutu yg mayoritas Inggris and Belanda itu???  AREK2 SUROBOYO!!!!!

Ribuan NYAWA itu NYAWANYA sapa yg HILANG?? BONEK2 SUROBOYO!!!!
apakah mereka TENTARA??? Hah? beberapa aja yg pernah pendidikan militer di PETA itupun sampe level berapa sih….MAYORITAS ITU RAKYAT SIPIL yg SENJATANYA SWADAYA!!!!

Kenapa MAU PERANG???
Karena SUDAH STUCK….mereka orang2 SUSAH, pendidikan rendah…MEREKA ITU BENSIN yg GAMPANG NYALA kalo DISULUT.

Sapa yg membakar semangat mereka????? Ya Bung Tomo. 
Sapa yg MEMPROVOKASI?  ya…..

BONEK2 taon 45 itu MATI??? YA TEWASLAH……
KOK BISA? wah ga tau detilnya…yg JELAS MEREKA MATI KARENA IKUT PERANG. Kalo bobo manis di rumah ya mestinya aman2 saja….

Inggris ada yg mati ga?
OOOO….ada…..ga tanggung2….Yg mati Jendralnya….JENDRAL MALLABY…..tewas dlm perang udah ga jelas lagi apa penyebabnya….ada yg bilang kena peluru, kena bom, alahhhh ga jelas…disantet juga bisa……yg jelas JENDRAL itu tewas…SEBAGAI PAHLAWAN kalo di INGGRIS, SEBAGAI PECUNDANG kalo menurut orang  INDONESIA……

Bung Tomo tewas?
lha kalo sekarang sih beliau udah meninggal…

Lho pas perang itu beliau tewas ga?
nggak….

Kena Peluru?
Nggak…..

Lho….beliau ikut perang?
Saya ga tau…..

Novel-Novel Favoritku

January 30th, 2008 by panglimaerlangga

Baca novel itu hobi saya sejak kecil. Kalo anda lewat toko kaset Aquarius ke arah pasar Keputran, di sebelah kanan persis tikungan ada kios buku bekas. Yang jual bapak pake songkok, nah itulah tempat langgananku beli buku dari kelas 3 SD. Sampai sekarang.

Kalo dulu bacaan favoritku itu TRIO DETEKTIF, STOP, Pasukan Mau Tahu dan Hardy Boys. Trus SMA saya mulai senang baca-baca novel sastra.

Berikut novel2 yg menurut saya TERBAIK.

1. Senja DI Jakarta by Mochtar Lubis
Saya pinjem nie novel dari Perpus di Kampus. Saya akui, kampus saya itu koleksi buku sastranya lengkap banget. Novel ini bercerita tentang hiruk pikuk Jakarta di awal taun 60. Tokohnya banyak masing2 dng cerita yg berbeda, namun suatu saat tokoh2nya saling bersinggungan. Jadi kalo anda pernah nonton film BERBAGI SUAMI dan anda kagum dng skenarionya yang parsial, maka  Mochtar Lubis sudah sekian puluh tahun yg lalu pake cara ini. Nie novel aslinya berbahasa Inggris. Trus diterjemahin oleh penulisnya dalam bahasa Inggris. [Mungkinkah ini satu2nya novel Indonesia yg ditulis dalam bahasa Inggris kemudian diterjemahkan ke bahasa Indonesia sendiri oleh penulisnya?]

2. KUBAH by Ahmad Tohari
Bercerita tentang situasi politik menjelang taon 65. Nie novel saya rasa  mengungkapkan fakta sejarah lebih TERPERCAYA daripada buku PSPB yg ditulis DEPDIKBUD. Buku2 karangan Ahmad Tohari itu semuanya bagus. KUBAH paling keren.

3. Bumi Manusia by Pramoedya A. Toer
Merupakan judul pertama dari TRILOGI Pram yg legendaris.Tokoh utamanya bernama MINKE. Adalah pemuda pribumi cerdas anak Priyayi yg mampu mengenyam pendidikan tinggi di jaman Belanda. Buku ini juga memaparkan sejarah lebih JUJUR daripada buku PSPBnya DEPDIKBUD yg ditulis oleh pegawai2 Orde Baru. Tapi biarpun saya agak kurang sependapat dengan narasi2 obyektif pengarang, buku ini tetaplah buku sastra yg luar biasa.

4. Ziarah by Iwan Simatupang
Novel ini mampu bikin saya Bolos kuliah. Saya baca sampai tamat di perpus, saking bagusnya. Bercerita tentang seorang tukang cat kuburan yg mencari istrinya yg jelas2 sudah meninggal. Absurd, demikian tokoh2 dalam Novel ini. Alur ceritanya unik. FlashBacknya sering samar, sehingga pembaca ga sadar kalo tuh cerita lagi FlashBack. Luar Biasa. Novel ini berat, terlalu filsafat, hebatnya sense of humournya tinggi. Pembaca dijamin merengut saat membaca, trus tau2 terpingkal-pingkal. Kayak saya pas di perpus.

5.Laskar Pelangi by Andrea Hirata
Nie saya beli bukunya gara2 liat KICK ANDY. Saya penasaran, penulis masih muda gitu bisa bikin buku best seller, laku keras dalam hitungan minggu. Ternyata memang bukunya bagus banget. Bercerita tentang Laskar Pelangi, petualangan anak2 SD di Belitong [sekarang Bangka Belitung]. Persahabatan masa kecil yang benar2 indah. Kata2nya bagus. Indah. Gaya penuturannya hebat, mirip Ahmad Tohari, kadang2 absurd, jadi saya melihat Andrea Hirata dalam Laskar Pelangi ini gabungan antara Ahmad Tohari dan Iwan Simatupang. Andrea Hirata adalah penulis generasi muda yang TERBAIK saat ini. Ayu Utami  dng SAMAN-nya kelasnya masih jauh di bawah. Jenar Mahesa Ayu terlalu dibesar2kan. Dewi Lestari saya belum baca.

6. PABRIK By Putu Wijaya
Ini novel Absurd tapi realistis. Bercerita tentang pegawai2 pabrik dan problemanya. Membaca buku ini agak ngeri juga. Ah, Putu Wijaya itu tukang teror lewat kata2. Skenarionya keren sangat. Buku ini cocoknya dibaca pas malam hari.

7. Lebih Merah dari Merah by Iwan Simatupang
Sama seperti Ziarah, tapi yg ini kisahnya tentang Dunia Gelandangan. Absurd. Unik. Humor tapi kadang2 melambung, berat alias susah dicerna. Makanya bacanya musti MERENGUT. Ceritanya bagus. Katanya mo dibikin film sama Riri Reza kalau nggak Mira Lesmana.

8. Ronggeng Dukuh Paruk By Ahmad Tohari
Nie buku pertama dari TRILOGI Ahmad Tohari. Ga kalah sama Triloginya Pramoedya, punyanya Ahmad Tohari juga luar biasa. Bahkan menurut saya lebih bagus dari Pram. Tokohnya bernama Srinthil. Doi seorang Ronggeng. Jalan ceritanya top abis. Gaya bahasanya juga khas Ahmad Tohari: Realistis, sederhana, namun deskripsinya detail.

Sebetulnya masih banyak yg bagus, tapi yaaaa kalah seleksilah. Penulis2 kayak Seno Gumira Ajidarma, Sapadi Joko Damono, Hamsad, budi darma, Mangunwijaya, Umar Kayam; itu bagus bagus karyanya. Tapi 8 yg terpilih itu paling keren.

interview with pak Breng

January 28th, 2008 by panglimaerlangga

Pak Breng kayaknya kaget. Saya yg biasanya menginterview soal Kangen Band, sinetron, Film India; kini tau-tau menyodorkan pertanyaan yg rada berat.

"Apakah Bapak merasa kehilangan sosok Pak Harto?"

Pak Breng senyum. Senyumnya manis kayak permen sugus. Senyum manis khas laki2 solo. Tukang bakso langganan saya itu lantas bilang, "bagaimana ya? Biasa saja kok"

"Lho, biasa bagaimana, Pak?"
"Ga ngefek, Mas, saya ga pernah jadi pejabat"

Saya ketawa. Polos betul, pikir saya.

"Pak, bukannya jaman pak Harto itu enak?"
"Bagaimana ya? Saya tdk merasa begitu, nyatanya justru di jaman itu usaha saya seret"
"Kenapa?"
"KArena saya tdk sepintar sekarang"
"Maksudnya?"
"Saya wiraswasta, berhasil tidaknya saya tergantung dari keahlian saya"

Masuk akal juga. Saya tatap matanya. Mata itu tajam, mata laki2 yg sudah tidak gentar lagi menghadapi bahaya kelaparan.

"Pak Breng, ingat, jaman pak Harto beras murah"
"Lho iya, tapi beli motor susah"
"maksud bapak?"
"Jaman dulu orang bisa beli beras, tapi jarang yg punya motor"
"Tapi setidaknya beras kan murah?"

Pak Breng senyum lagi. Lantas bilang.

"Orang kecil di jaman pak Harto itu seneng, karena beras murah. Mereka ga mikir tentang UTANG negara"

Gila. Saya ga nyangka pak Breng bisa ngomong gitu. Oh my Gosh, saya sdh meremehkan dia. Lekas2 saya berusaha buang rasa meremehkan orang kecil itu. Ah, itu perasaan meremehkan orang, khas graduated yg ga pengalaman. Kayak saya ini.

"Maksud Bapak?"
"Yaaa…beras murah, bensin murah, tapi MBENDOL MBURI, hancurnya di belakang"

ooooo…..Sempat terlintas di pikiran saya, jangan2 pak Breng ini seorang sarjana ekonomi. Ato jangan2 dia sarjana filsafat yg menganut paham Eksistensialis dan memutuskan menjadi manusia marginal, jadi tukang bakso, hanya untuk menjalani kehidupan sebagai manusia yg bebas, seperti TOKOH KITA dalam novel2 Iwan Simatupang?

"Jadi enakan mana sekarang sama jaman pak Harto?"
" yaaa enakan jaman sekarang, lha wong jaman dulu saya usaha ga selancar sekarang"
"Tapi pak Breng, banyak yg bilang enakan jaman pak Harto"
"ya itu tadi, mereka ga tau tentang Utang negara, ga peduli sama korupsi, atau yg bilang gitu pegawai negeri.."

"Kok pegawai negeri?" Saya rada jengkel. Ayah saya pegawai negeri.
"lha, iya, pegawai negeri yg bisa korupsi di jaman pak harto merasa lbh enak di jaman pak Harto karena bisa korupsi, proyek lancar, minta tanda tangan gampang, bolos kerja tetap digaji"

Sialan nih pak Breng.

"Oke deh, Pak. Last Question, Siapa sekarang yg pantas jadi Presiden?"
"Bagaimana ya? [nie khasnya pak Breng]……"
Doi mikir agak lama.

"Siapa saja boleh jadi Presiden. Selama saya mampu jualan bakso, ga masalah"

hahahaha….saya malah ketawa. Pak Breng yg lugu. Yang orang CILIK. Rakyat jelata. Bagi dia, siapa saja silahkan jadi presiden. Doi jalan terus. Yang penting baksonya tetep enak, ya orang tetep beli.

Saya akhiri interview itu dengan alasan mau mandi.

Surabaya Rock And Roll, Ajang Gosip Musisi2 Sby

October 16th, 2007 by panglimaerlangga

Apa persamaan antara Ibu ibu PKK dan musisi indie Surabaya?

Pertanyaan itu terbit di otak saya begitu mengunjungi grup Surabaya Rock And Roll. Kabarnya di grup ini memang banyak musisi surabayanya, sehingga tergoda saya untuk mengunjungi, sekedar ingin tahu.

Tidak seperti komunitas seniman yg ada di friendster, sebut saja Art Home, Drawing Club, Photography dan sebagainya, di mana topik diskusi selalu esensial dan bermutu, dengan kajian berupa tehnik2 menggambar, melukis, photography,teori2 estetika, situs2 seni, dsb; Surabaya Rock And Roll tidak lain membahas sesuatu yg menurut saya TIDAK BERMUTU.

Coba bayangkan, ada 12 bahasan yg masuk [bisa bertambah] yg menanggapai topik diskusi: TOKOH FRIENDSTER BULAN INI….Bayangkan, di situ, TopiC Creator memulai diskusi dng menulis:

"Dengan ini saya mencalonkan Panglima Erlangga/ Angga sebagai tokoh friendster bulan ini…"

Ironisnya, itu ditulis oleh sang pencipta grup Surabaya Rock And Roll, yang juga merupakan musisi dari band yang cukup punya nama di Surabaya [tapi tolong jangan tanya sama Tukang Bakso and tukang Cukrik, pasti banyak ga taunya]. Dan siapa yg menanggapi tulisan tersebut? Ya anggota komunitasnya, yaitu beberapa aktivis musik dan musisi yg menanggapi dengan tulisan2 yg sama sekali tidak bermutu. Ada yg ingin mencalonkan diri jadi tokoh bulan depan, ada g mencalonkan Emaknya sebagai tokoh bulan ini…..Waduh, sama sekali tidak menambah wawasan. Bukankah musisi itu sebetulnya adalah profesi intelektual? setingkatlah sama Insinyur, Arsitek, Fashion Designer, tapi karena banyakmusisi indie yg pada tidak tau diri, yg menganggap bahwa musik itu adalah sesuatu yg gampang, bisa kunci C, Aminor, D, sudah ngeband, bikin lagu….ya akhirnya, CENGENGESAn adalah sesuatu yg biasa.

Saya tadinya pengen tau…Trus memutuskan untuk tidak Join. Alasannya? Tempat saya bukan di sini. Panel diskusi semacam ini bukan ajang menarik menelusuri bagaimana kondisi musik Rock And Roll di Surabaya. Kalo saya lagi buat penelitian membahas Rock And Roll di Indonesia, maka saya akan kecewa mengunjungi grup ini.

Jadi apa persamaan Ibu2 PKK dengan musisi Indie Surabaya?

Bidadari itu Berkata, ” Kita Sakit Jiwa”

July 25th, 2007 by panglimaerlangga

Bidadari: Jadi kau ingin aku jujur pada mereka?
Aku       : hmm..
Bidadari : Bahwa aku mulai sayang padamu?
Aku        : Jangan, aku tahu kau malu.
Bidadari   : Tak mampukah kau menunggu saat yg tepat?
Aku        : Kau malu mengakui, bahwa bidadaripun bisa jatuh cinta pada manusia biasa.
Bidadari  : Mengertilah bagaimana aku sekarang
Aku        : ……..
Bidadari  : ……..
Aku         : Baik, aku mengerti
Bidadari  : Ok. Aku mesti pergi.

Bidadari menyambar selendangnya, lantas melayang ke kahyangan.

Bidadari: Kita sakit jiwa
Aku       : Maksudmu?
Bidadari : Jatuh cinta, sedang mengenal saja belum terlampau dalam.
Aku       : Kita? Mestinya aku yg sakit.
Bidadari : Ya, kau sakit.
Aku       : Aku memang sakit.
Bidadari : ………..
Aku      : Kalau mencintaimu adalah jenis penyakit. Maka biarlah penyakit itu memeluk tubuhku, menggerogoti akal sehatku.
Bidadari: …………….

Aku pergi. Dengan cinta yg makin menyala.

apa ini fair…

July 10th, 2007 by panglimaerlangga

Ini bukan analisa ilmiah. Maka biar fair, saya mengemukakan fakta dan pertanyaan. Selanjutnya pembaca bisa menganalisa, menduga, berkeyakinan, apapun namanyalah.

Ini tentang Indiefest I yg diaudisi di Bandung.

1. Band bandung dapat jatah paling banyak.  Kalo ga salah 6.
2. Ada 3 band di antara 6 pemenang, yg mendaftar melalui salah satu radio partner, katakanlah X radio [bukan nama sebenarnya]

3. Tiga band tersebut, satu diantaranya terdapat personil band yg juga menjabat sebagai Musik Producer dari radio X [bukan nama sebenarnya] tersebut.

4. Kalo personil tersebut bekerja di RADIO X tersebut SESUDAH ajang indiefest I, maka tak ada yg perlu saya pikir.

5. Tapi bagaimana jika orang tersebut sudah menjabat di radio tersebut SEBELUM ajang indiefest digelar????

6. Kita orang2 indie…IDEALIS pastinya…Anti STATUS QUO…Kenapa orang tersebut [dan juga bandnya tentunya] ikut audisi? Okelah, boleh kok ikut…tapi kok ga ndaftar di radio lain???

7. Kalo pihak radio tidak terlibat dalam proses penentuan pemenang, tetap saja KURANG ETIS bila seorang Music Produser radio Partner festival sekelas indie fest ikut mendaftar, lebih-lebih di radio tempat dia bekerja.

Oke, saya menulis ini bukan dengan sumber yang ngawur.  Saya cek ke friendster personil  band yg saya maksud, trus  3 band saya tulis itu saya dapat di situs resminya Indiefest.

Bila anda membaca tulisan ini dan keberatan, silahkan comment. Tapi musti fair dan objektif. Ingat, kita ini hidup di Indonesia, nomer 1 di dunia dalam hal KOLUSI, KORUPSI dan NEPOTISME….Sebagai seniman independen, saya tidak tinggal diam ngeliat ada yg kurang beres!!!! Ini festival Indie bung, bukan tender-tenderan  di kantor PEMPROV!!!!!!