EMANSIPASI; Antara KARTINI, CUT Nya Dien dan Sex And The City

21 April.
Rakyat Indonesia memperingati ultahnya Kartini, seorang wanita Jepara yg katanya sih seorang Putri sejati.

Gadis bernama Kartini konon dipingit sama ortunya, ga boleh keluar kamar. So Kartini ga bisa jalan-jalan ke pasar, kongkow-kongkow apalagi DUGEM. Di kamarnya, dia sering menulis surat kepada kawannya, orang Belanda yg tinggal di Belanda [Yaa, sayangnya jaman dulu belum ada internet buat Chatting]. Kartini menumpahkan protes ketidakadilan, tentang kesenjangan harkat antara cowok ama cewek. "Masak cowok2 itu bilang: cowok ga boleh nangis, kayak cewek aja. Itukan membeda-bedakan namanya" tulis Kartini dalam suratnya. Kumpulan keluh kesah itu akhirnya dibukukan, diberi judul: Habis Gelap Terbitlah Terang.

Saya yakin, waktu itu tidak ada dalam benak Kartini muda, bahwa namanya kelak akan dikenang bangsa. Dan hari lahirnya akan diperingati seluruh rakyat Indonesia sebagai hari emansipasi wanita.

Wanita sejati itu akhirnya menikah ato dinikahkan. Jadi istri ke-3 seorang pejabat di Jepara. Yaaa…..jadi selirlah. Ga paapa, toch sah-sah aja berpoligami, iya khan??

Wanita tak selamanya lemah. Dalam cerita Mahabarata, ada cewek namanya Srikandi, ahli panah. Nie cewek yang bisa menumbangkan Eyang Bishma di perang Baratayudha.

Di Aceh, ada yg namanya Cut Nya Dien. Wanita ini ikut berjibaku lawan Kompeni bersama suaminya. Pas suaminya tewas, dia tetap memimpin pasukannya melawan kompeni. Rencong dihunus. Mending mati timbang dijajah, begitu pikirnya. Cut Nya Dien dan pasukannya saat terdesak, tidak menyerah. Mereka lari ke hutan2 di gunung. Sampai saat ini, keturunan Cut Nya Dien masih ada di hutan2. Di Aceh disebut Combok. Saya punya rencong, warisan Opa saya, pemberian orang2 Combok. Itu ungkapan terima kasih mereka pd Opa karena Opa dulu sering memberi minyak tanah, beras, dsb saat mereka turun gunung.

Ada dua hal yg Cut Nya Dien ajarkan: Keberanian dan Kesetiaan. Dua hal yang mestinya dicontoh oleh wanita2 jaman sekarang. Emansipasi wanita yg dilakukan Cut Nya Dien memang berat. Emansipasi semacam ini, masa sekarang sudah dilakukan oleh wanita2 tertentu. Sebut saja: Laila Ali, Martina Hingis, Wanita2 pasukan bom bunuh diri di Irak, Evita Peron, dsb. Sekalipun cewek2 ini kemungkinan besar belum pernah mendengar nama Cut Nya Dien.

Ato yg lebih realis dan gampang ditemukan: Pernah liat tukang taman cewek? di kompleks rumah saya, tukang tamannya itu ibu-ibu. Mereka pake topi caping and tiap hari motongin rumput and tanaman. Kalo siang, mereka kecapekan, tidur di emperan ruko kompleks. Ato pasukan Kuning. Sopir taxi cewek [di Singapur udah banyak], ato single parent yg banting tulang sendirian buat nyekolahin anaknya. Ato TKW yg pengen ngerubah nasib, jadi babu di Hongkong ato Malaysia. Ato embok-embok yang masih mbabu, yg mestinya di usia segitu ada di rumah bersama cucu-cucu tercintanya.

Dibandingkan mereka semua, KARTINI ITU GA ADA APA-APANYA. Tanya saja mereka, apa KARTINI yg memberi inspirasi???  PASTI jawabannya TIDAK. Keadaan dan harga dirilah yg bikin mereka jadi larut beremansipasi. Sama kayak Cut Nya Dien.

Trus bagaimana dengan wanita2 karier ala metropolis itu??? Apa termasuk emansipasi???  Mereka yang tidak mau pasrah pd komitmen, memilih berkarier daripada kawin. Cari duit sendiri. Ada yg larut dalam hedonisme jaman, ada yg tidak; Mereka menganggap wanita itu bukan makhluk lemah, Ah, Ga ADA COWOK, AKU LHO BISA MENGHIDUPI DIRIKU SENDIRI. PerSETAN DENGAN KOMITMEN. Enakan begini…BEBAS….Apa termasuk Emansipasi???

Ya iyalah…..

Trus apa gara-gara habis baca bukunya Ibu KARTINI???

Waduh, embuh, tapi coba aja tanya mereka. Inspirasinya paling dari film Sex and The City, Desperate Housewifes, dsb. Yg kayak gituan jauh lebih inspiratif bagi mereka. Kartinian iku lho yg memperingati anak2 kecil. Pada karnaval ga jelas. Ato ibu2 PKK yg kerjanya arisan sama NONGGO, nggosipin orang.

Sudahlah ibu-ibu. Jangan berlebihan. Lepas kebayamu. Pake kebaya kamu ga bisa lari. Langkahmu pendek. Lambat. Bentuk badanmu jadi menonjol, keumbar banget. Bikin suami orang jadi ngiler aja. Tue sanggul ga praktis banget. Emansipasi yg betul itu adalah emansipasi ala Cut Nya Dien. Beranilah…Setialah…Pada bangsa..Pada idealisme…Pada Suami….!! Jangan pasrah kayak Kartini. Mau aja jadi istri ketiga pejabat. Lebih baik mati timbang dijajah, kayak prinsipnya Cut Nya Dien gitu lho. Wanita Aceh. Jangankan sama Belanda. Sama Indonesia aja mereka ga mau dijajah.

Ah, tapi ga paapalah. Bangsa yg kepingin dipandang, butuh pahlawan buat dikenang.

3 Responses to “EMANSIPASI; Antara KARTINI, CUT Nya Dien dan Sex And The City”

  1. adikarna Says:

    sudut pandang yang luar biasa!!

    Kartini bisa besar karena di blow up media…karena tulisannya aja

    coba cut nyak dien nyoba nulis juga…enggak ada itu namanya kartini…

    ah kartini kan dari jawa..coba kalo kartini dari sumatera…enggak bakal dikenang

    bisa2 nya jakarta aja bikin tanggal

  2. Klara Says:

    benar-benar perspektif yang menarik untuk dibaca……dimengerti pula….

  3. nnntan Says:

    cut nyak dien emang setia dan pemberani.. tapi katanya menulis itu bentuk ekspresi plg intelek.. ga salah juga kalo indonesia pgn punya pahlawan yg terlihat intelek..,, toh yg pemberani dan setia kan sudah byk.. hehehe piss yo!!

Leave a Reply