interview with pak Breng
Pak Breng kayaknya kaget. Saya yg biasanya menginterview soal Kangen Band, sinetron, Film India; kini tau-tau menyodorkan pertanyaan yg rada berat.
"Apakah Bapak merasa kehilangan sosok Pak Harto?"
Pak Breng senyum. Senyumnya manis kayak permen sugus. Senyum manis khas laki2 solo. Tukang bakso langganan saya itu lantas bilang, "bagaimana ya? Biasa saja kok"
"Lho, biasa bagaimana, Pak?"
"Ga ngefek, Mas, saya ga pernah jadi pejabat"
Saya ketawa. Polos betul, pikir saya.
"Pak, bukannya jaman pak Harto itu enak?"
"Bagaimana ya? Saya tdk merasa begitu, nyatanya justru di jaman itu usaha saya seret"
"Kenapa?"
"KArena saya tdk sepintar sekarang"
"Maksudnya?"
"Saya wiraswasta, berhasil tidaknya saya tergantung dari keahlian saya"
Masuk akal juga. Saya tatap matanya. Mata itu tajam, mata laki2 yg sudah tidak gentar lagi menghadapi bahaya kelaparan.
"Pak Breng, ingat, jaman pak Harto beras murah"
"Lho iya, tapi beli motor susah"
"maksud bapak?"
"Jaman dulu orang bisa beli beras, tapi jarang yg punya motor"
"Tapi setidaknya beras kan murah?"
Pak Breng senyum lagi. Lantas bilang.
"Orang kecil di jaman pak Harto itu seneng, karena beras murah. Mereka ga mikir tentang UTANG negara"
Gila. Saya ga nyangka pak Breng bisa ngomong gitu. Oh my Gosh, saya sdh meremehkan dia. Lekas2 saya berusaha buang rasa meremehkan orang kecil itu. Ah, itu perasaan meremehkan orang, khas graduated yg ga pengalaman. Kayak saya ini.
"Maksud Bapak?"
"Yaaa…beras murah, bensin murah, tapi MBENDOL MBURI, hancurnya di belakang"
ooooo…..Sempat terlintas di pikiran saya, jangan2 pak Breng ini seorang sarjana ekonomi. Ato jangan2 dia sarjana filsafat yg menganut paham Eksistensialis dan memutuskan menjadi manusia marginal, jadi tukang bakso, hanya untuk menjalani kehidupan sebagai manusia yg bebas, seperti TOKOH KITA dalam novel2 Iwan Simatupang?
"Jadi enakan mana sekarang sama jaman pak Harto?"
" yaaa enakan jaman sekarang, lha wong jaman dulu saya usaha ga selancar sekarang"
"Tapi pak Breng, banyak yg bilang enakan jaman pak Harto"
"ya itu tadi, mereka ga tau tentang Utang negara, ga peduli sama korupsi, atau yg bilang gitu pegawai negeri.."
"Kok pegawai negeri?" Saya rada jengkel. Ayah saya pegawai negeri.
"lha, iya, pegawai negeri yg bisa korupsi di jaman pak harto merasa lbh enak di jaman pak Harto karena bisa korupsi, proyek lancar, minta tanda tangan gampang, bolos kerja tetap digaji"
Sialan nih pak Breng.
"Oke deh, Pak. Last Question, Siapa sekarang yg pantas jadi Presiden?"
"Bagaimana ya? [nie khasnya pak Breng]……"
Doi mikir agak lama.
"Siapa saja boleh jadi Presiden. Selama saya mampu jualan bakso, ga masalah"
hahahaha….saya malah ketawa. Pak Breng yg lugu. Yang orang CILIK. Rakyat jelata. Bagi dia, siapa saja silahkan jadi presiden. Doi jalan terus. Yang penting baksonya tetep enak, ya orang tetep beli.
Saya akhiri interview itu dengan alasan mau mandi.
January 30th, 2008 at 6:21 am
jmn skrg jd presiden byk yg ngomongin.. blm lg rame didemo!! mending jadi bupati.. duitnya ga jauh beda,,.. yg protes lbh dikit..
March 27th, 2008 at 9:18 pm
bnar sekali.gak peduli yang mimpin siapa yang penting rakyat bisa makmur.
November 2nd, 2008 at 8:47 pm
Buy cheap viagra
muse impotence
10 pills x 100mg $39.95
30 pills x 100mg $89.95
60 pills x 100mg $129.95
90 pills x 100mg $149.95
November 3rd, 2008 at 6:40 pm
Buy cheap viagra
help for impotence
10 pills x 100mg $39.95
30 pills x 100mg $89.95
60 pills x 100mg $129.95
90 pills x 100mg $149.95