Novel-Novel Favoritku
Baca novel itu hobi saya sejak kecil. Kalo anda lewat toko kaset Aquarius ke arah pasar Keputran, di sebelah kanan persis tikungan ada kios buku bekas. Yang jual bapak pake songkok, nah itulah tempat langgananku beli buku dari kelas 3 SD. Sampai sekarang.
Kalo dulu bacaan favoritku itu TRIO DETEKTIF, STOP, Pasukan Mau Tahu dan Hardy Boys. Trus SMA saya mulai senang baca-baca novel sastra.
Berikut novel2 yg menurut saya TERBAIK.
1. Senja DI Jakarta by Mochtar Lubis
Saya pinjem nie novel dari Perpus di Kampus. Saya akui, kampus saya itu koleksi buku sastranya lengkap banget. Novel ini bercerita tentang hiruk pikuk Jakarta di awal taun 60. Tokohnya banyak masing2 dng cerita yg berbeda, namun suatu saat tokoh2nya saling bersinggungan. Jadi kalo anda pernah nonton film BERBAGI SUAMI dan anda kagum dng skenarionya yang parsial, maka Mochtar Lubis sudah sekian puluh tahun yg lalu pake cara ini. Nie novel aslinya berbahasa Inggris. Trus diterjemahin oleh penulisnya dalam bahasa Inggris. [Mungkinkah ini satu2nya novel Indonesia yg ditulis dalam bahasa Inggris kemudian diterjemahkan ke bahasa Indonesia sendiri oleh penulisnya?]
2. KUBAH by Ahmad Tohari
Bercerita tentang situasi politik menjelang taon 65. Nie novel saya rasa mengungkapkan fakta sejarah lebih TERPERCAYA daripada buku PSPB yg ditulis DEPDIKBUD. Buku2 karangan Ahmad Tohari itu semuanya bagus. KUBAH paling keren.
3. Bumi Manusia by Pramoedya A. Toer
Merupakan judul pertama dari TRILOGI Pram yg legendaris.Tokoh utamanya bernama MINKE. Adalah pemuda pribumi cerdas anak Priyayi yg mampu mengenyam pendidikan tinggi di jaman Belanda. Buku ini juga memaparkan sejarah lebih JUJUR daripada buku PSPBnya DEPDIKBUD yg ditulis oleh pegawai2 Orde Baru. Tapi biarpun saya agak kurang sependapat dengan narasi2 obyektif pengarang, buku ini tetaplah buku sastra yg luar biasa.
4. Ziarah by Iwan Simatupang
Novel ini mampu bikin saya Bolos kuliah. Saya baca sampai tamat di perpus, saking bagusnya. Bercerita tentang seorang tukang cat kuburan yg mencari istrinya yg jelas2 sudah meninggal. Absurd, demikian tokoh2 dalam Novel ini. Alur ceritanya unik. FlashBacknya sering samar, sehingga pembaca ga sadar kalo tuh cerita lagi FlashBack. Luar Biasa. Novel ini berat, terlalu filsafat, hebatnya sense of humournya tinggi. Pembaca dijamin merengut saat membaca, trus tau2 terpingkal-pingkal. Kayak saya pas di perpus.
5.Laskar Pelangi by Andrea Hirata
Nie saya beli bukunya gara2 liat KICK ANDY. Saya penasaran, penulis masih muda gitu bisa bikin buku best seller, laku keras dalam hitungan minggu. Ternyata memang bukunya bagus banget. Bercerita tentang Laskar Pelangi, petualangan anak2 SD di Belitong [sekarang Bangka Belitung]. Persahabatan masa kecil yang benar2 indah. Kata2nya bagus. Indah. Gaya penuturannya hebat, mirip Ahmad Tohari, kadang2 absurd, jadi saya melihat Andrea Hirata dalam Laskar Pelangi ini gabungan antara Ahmad Tohari dan Iwan Simatupang. Andrea Hirata adalah penulis generasi muda yang TERBAIK saat ini. Ayu Utami dng SAMAN-nya kelasnya masih jauh di bawah. Jenar Mahesa Ayu terlalu dibesar2kan. Dewi Lestari saya belum baca.
6. PABRIK By Putu Wijaya
Ini novel Absurd tapi realistis. Bercerita tentang pegawai2 pabrik dan problemanya. Membaca buku ini agak ngeri juga. Ah, Putu Wijaya itu tukang teror lewat kata2. Skenarionya keren sangat. Buku ini cocoknya dibaca pas malam hari.
7. Lebih Merah dari Merah by Iwan Simatupang
Sama seperti Ziarah, tapi yg ini kisahnya tentang Dunia Gelandangan. Absurd. Unik. Humor tapi kadang2 melambung, berat alias susah dicerna. Makanya bacanya musti MERENGUT. Ceritanya bagus. Katanya mo dibikin film sama Riri Reza kalau nggak Mira Lesmana.
8. Ronggeng Dukuh Paruk By Ahmad Tohari
Nie buku pertama dari TRILOGI Ahmad Tohari. Ga kalah sama Triloginya Pramoedya, punyanya Ahmad Tohari juga luar biasa. Bahkan menurut saya lebih bagus dari Pram. Tokohnya bernama Srinthil. Doi seorang Ronggeng. Jalan ceritanya top abis. Gaya bahasanya juga khas Ahmad Tohari: Realistis, sederhana, namun deskripsinya detail.
Sebetulnya masih banyak yg bagus, tapi yaaaa kalah seleksilah. Penulis2 kayak Seno Gumira Ajidarma, Sapadi Joko Damono, Hamsad, budi darma, Mangunwijaya, Umar Kayam; itu bagus bagus karyanya. Tapi 8 yg terpilih itu paling keren.
March 14th, 2008 at 11:06 am
wah boleh ini rekomendasinya… kebetulan jarang baca buku sastra nasional, lebih banyak buku luar… sepertinya laskar pelangi target berikut… mumpung masi hangat… suwun2
March 15th, 2008 at 1:00 am
aku lagi cari buku resep masakan.. bisa bantu?? saya lagi siap2 mau jd calon istri yg baik..