Posts Tagged ‘dialog’

Dialog Pialang dan pak Sugeng

Wednesday, October 15th, 2008

Sugeng, 35, bendahara yayasan MENUJU SURGA LEWATI NERAKA, ketua RW.

Siska; 24, pialang saham, cantik, di perusahaan tempatnya bekerja meraih predikat broker paling produktif, ya iyalah dulu baru dua minggu masuk kerja sudah mampu menggaet 12 klien. Salah satunya ya Sugeng itu.

Dialog ini terjadi lewat telpon sellular. Senin Dini hari.

- Jadi bagaimana?

- Bagaimana apanya, pak?

-Lho, ya langkah kita bagaimana?

-Ya itu tadi, pak. Saya sarankan nanti begitu dibuka, langsung jual saja.

- JUAL KAMU BILANG? saya itu rugi setengah M !!!

- Iya pak, saya tau, tapi ini upaya penceg…

- Pencegahan kan? kamu itu mestinya mikir bagaimana duit saya bisa kembali!

- Sulit pak, kita lakukan apa yg kita bisa…

- Bisa apa kita? kita sudah nggak bisa apa-apa

- Setidaknya: Berusaha supaya kita tidak lebih rugi dari sekarang

-KITA?? Yang rugi itu SAYA! itu duit saya!!!

-Iya pak, saya juga mempertaruhkan kredibilitas

-Kredibilitas ga bisa buat beli beras mbak!

-hhhh [menghela napas]

-HHHHH [menghela napas]

-Trus bagaimana, pak?

-Lho, saya bayar kamu itu buat mikir itu, kok saya yg disuruh mikir?

-Keputusan ada di tangan bapak, saya kan cuma menyarankan, tapi kalau saya jadi bapak…

-KAMU ITU BUKAN SAYA, DUIT ITU BUKAN DUITMU!!!

-iya pak, maafkan saya, itu memang sepenuhnya uang bapak.

-KAMU NYINDIR SAYA YA????

-Nyindir bagaimana, kan bapak sendiri yg barusan bilang.

_ Dengerin ya mbak Siska, duit yang kecantol di situ bukan punya saya, itu punya yayasan, ohhh, ..hh…h.. [terisak]

-Tenang pak, saya mengerti.

-NGERTI APA KAMU???

-mmmm……[lantas diam]….

- hik..hik…[terisak]

-Pak?

-…….

-Pak, bapak baik2 saja?

- ya….hik…hik…

- Saya sarankan jual. Lantas kita tunggu. Begitu ada kecenderungan naik, kita beli lagi.

-hiks….hiks…

-Saya dengar pemerintah mau bantu, likuiditas segera direalisasikan.

-Hiks…hiks…

-Tenang pak, Tuhan bersama orang yg sabar.

-Mbak Siska…

- Iya pak?

- Adakah Tuhan?

- Saya percaya ada, biarpun Nietzche bilang kalau Tuhan telah mati.

- si nietz….siapa? siapa sih dia?

- Ah, bukan orang penting kok pak.

- Apakah si nietz…eh sapa sih, susah banget, apa dia pernah kalah maen saham?

- Mungkin. Kenapa sih?

- Nggak apa-apa, saya kok jadi mulai nggak percaya sama Tuhan.

- Percaya saja pak. Tuhan bersama orang yg teraniaya.

- Iman saya anjlok

- Saham boleh, tapi iman jangan, pak.

- Mbak Siska…

- Iya pak?

- Kita tunggu nanti saja, saya ngantuk, lima hari saya nggak bisa tidur.

-Saya juga, pak.

- Met bobo

-Selamat tidur, pak.